Layar lipat Motorola Razr tidak lolos test lipat 100 ribu kali

Motorola Razr tak lolos Uji
SuaraPerjuangan.id -- Ponsel layar lipat menjadi tren baru di industri teknologi, maka kalau ada produk baru rasanya sah-sah saja untuk menguji seberapa kuat produk tersebut. Hal ini kemudian menimpa Motorola Razr yang dirilis pada November 2019.
Dari pengujian ketahanan lipatan layar Motorola Razr yang dilakukan oleh tim Cnet, wajar jika ingin mencoba melipat layarnya sebanyak, let’s say, 100 ribu kali. Karena biasanya para perusahaan teknologi membeberkan ketahanan produknya dalam angka yang bulat, seperti 100 ribu kali lipatan.
Lalu, Motorola Razr ini dilipat berulang kali menggunakan mesin bernama Foldbot yang dirakit oleh SquareTrade. 
Diunggah di channel YouTube Cnet, awalnya Motorola Razr ini bisa dilipat secara sempurna sampai belasan ribu kali, bahkan mencapai 20 puluh ribuan. 
Kemudian, saat dilipatan ke-27 ribu, layar Motorola Razr seperti tidak bisa terlipat dengan baik, hanya setengah terlipat saja. Dengan kata lain, engsel atau lipatan layarnya seperti ngadat atau stuck saat dilipat menggunakan mesin tersebut. Motorola Razr juga sampai mengeluarkan suara dari engsel layarnya.
Setelah dicopot dari mesin, layar Motorola Razr masih bisa dilipat secara manual namun tampak tidak mulus-mulus dan ada suara saat layarnya benar-benar melipat. Dengan kata lain, layar Motorola Razr dianggap gak bisa bertahan secara mulus di lipatan ke 100 ribu kali.
Apakah hal ini buruk? Jika merujuk ke studi perusahaan proteksi teknologi Asurion pada 2017, orang-orang, khususnya di Amerika, mengecek ponsel mereka setiap 12 menit sekali. Atau praktisnya, masyarakat terbiasa membuka ponsel 80 kali dalam sehari.
Jika melihat dari penelitian tersebut, Motorola Razr dianggap belum tentu bisa awet dengan mulus dalam pemakaian satu tahun.

Post a Comment

0 Comments