Ridwan Kamil Ajukan Status PSBB untuk 5 Daerah di Jabar

Ridwan Kamil ajukan PSBB
SUARAPERJUANGAN.ID/JABAR - Sebanyak 5 daerah di Jawa Barat, yakni Kota Bogor, Depok, Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor telah mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kepada pemerintah pusat. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, PSBB di lima daerah itu akan satu zonasi dengan PSBB DKI Jakarta yang merupakan episentrum penyebaran virus corona atau Covid-19. "Karena itu tadi siang (saat Rapat terbatas dengan Wakil Presiden RI) disepakati bahwa Jabodetabek itu akan dihitung sebagai satu unit kesatuan zona. Maka apapun yang dilakukan DKI Jakarta, Bodebek harus melakukan hal yang sama," kata Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, Selasa (7/4/2020) malam. Baca juga: Ridwan Kamil: PSBB untuk 5 Wilayah di Jabar Resmi Diajukan, Kini Tunggu Respons Kemenkes Emil menjelaskan, pengajuan PSBB oleh 5 daerah akan disampaikan pada Rabu (8/4/2020). Ia berharap, PSBB bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Jabar. Menurut Emil, PSBB diartikan mirip lockdown, namun relatif masih fleksibel. "Pak Wapres menyepakati agar kota-kota di Jabar dan Banten yang masuk Jabodetabek untuk mengajukan PSBB, karena waktunya bersamaan bisa dikoordinasikan oleh gubernurnya," ucap Emil.

Selain itu, Pemprov Jabar terus mengintensifkan rapid test untuk mengetahui peta persebaran Covid-19. Hingga kini, Dinas Kesehatan Jabar telah mengirimkan 63.000 alat rapid test ke 27 kabupaten/kota, instansi pemerintah, rumah sakit, hingga institusi pendidikan. "Kota Depok di tahap satu ini harus bisa mengetes 10.200 warga, Kabupaten Bogor 7.980, Kota Bekasi sekitar 7.200 dan Kota Bogor 4.400," ujar Emil. Baca juga: Bayi Berusia 3 Bulan Positif Corona di Kabupaten Bogor, Alami Gejala Demam Adapun untuk mengetahui peta persebaran Covid-19 secara optimal, Jabar merujuk pola yang dilakukan oleh Korea Selatan, yaitu mengetes 0,6 persen dari jumlah penduduknya. "Jika kita punya alat rapid test hingga 300.000 itu bisa dikali tiga. Jadi mari kita bersemangat untuk melakukan pengetesan, karena semakin banyak dites, kita makin tahu peta dan pola baru persebaran," kata Emil.

Post a Comment

0 Comments