Dedy Mourizt Simanjuntak Ketua DPC GPP Kota Medan Terpilih

Dedy Mourizt Simanjuntak Ketua DPC GPP Kota Medan Terpilih


Medan,suaraperjuangan.id
Minggu 9 Agustus 2020 bertempat di Rumah Bersama Pelayan Rakyat.  Jln. Perhubungan Udara No 45 Q Polonia  Medan telah terpilih secara Aklamasi Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Pembumian Pancasila Kota Medan Sdr Dedy Mourizt Simanjuntak. Pemilihan Ketua DPC GPP Kota Medan tersebut sekaligus Musyawarah Cabang I GPP Kota Medan yang di Pimpin oleh Pimpinan Sidang Ustadz  Martono sekaligus Pemegang Mandat Pembentukan DPC GPP Kota  Medan dan di hadiri oleh beberapa perwakilan dari beberapa kecamatan yang ada di kota medan.

Selanjutnya ketua terpilih Dedy Mourizt Simanjuntak  menyusun Draff Kepengurusan DPC GPP Kota Medan di antaranya Sekretaris Troy Sirait , Bendahara Iwanda Hsb dan beberapa wakil ketua,  wakil sekertaris, wakil bendahara dan beberapa kepala bidang dan staff kepengurusan tersebut  langsung diserahkan kepada Wakil Ketua DPD GPP Sumut  Dadang Darmawan Pasaribu mewakili Ketua DPD GPP Sumut Irwansyah Hsb untuk segera di terbitkan SK Kepengurusan  GPP Kota Medan dalam bulan agustus 2020 ini, karena dalam waktu dekat ini DPD  GPP Sumut akan segera melantik beberapa kepengurusan DPC GPP se kabupaten/ kota seSumut secara bersamaan demikian disampaikan oleh Dadang Darmawan Pasaribu yang didampingi oleh seketaris DPD GPP Sumut Fransiskus Tumanggor  dan Penasehat GPP Sumut Onto Frederik Hutapea.

Dalam kata sambutan, ketua  GPP kota Medan terpilih Dedi Mourrizt Simanjuntak  mengatakan mengucapkan terima kasih atas amanah yang dipercayakan kepadanya dan siap melaksanakan amanah tersebut untuk membumikan nilai nilai pancasila dalam kehidupan sehari hari disetiap dada warga kota  Medan dan akan segera mungkin membentuk GPP di setiap kecamatan yang ada di kota medan.

Disela sela pembentukan DPC GPP kota Medan ustadz Martono mengamanahkan kepada ketua GPP kota Medan terpilih agar  segera  membuat program program dan langsung eksis ke tengah tengah masyarakat untuk memberikan edukasi dan membentengi warga Medan dari terpaparnya warga Medan dari faham faham/ Idiologi in toleransi dan radikalisme  akibat pemahaman dari agama agama tertentu yang begitu sempit sehingga dapat mencuci otak dalam waktu singkat menjadi seorang yang sangat in toleransi bahkan teroris dengan membangun kerjasama dengan lembaga lembaga terkait.

Bila doktrin doktrin in toleransi, radikalisasi terus dilancarkan secara terstruktur, sistematis dan masif akan di  khawatirkan konflik horizontal dan vertikal di tengah tengah masyarakat akan  terjadi dan dapat menggangu distabilitas keamanan nasional bahkan dapat mengancam NKRI, seperti yang telah terjadi di negara negara lain. Padahal Pancasila itu sendiri di gali dari kepribadian, budaya, filosofis, pandangan hidup bangsa Indonesia itu sendiri, bukan dari kepribadian, budaya bangsa asing.(Rafika)

Post a Comment

0 Comments