Mengaku General  Manager Affair (GMA)Satu Orang Tersangka Tindak Pidana penipuan dan Pemalsuan Surat Berhasil di Amankan Dit Reskrimum Polda Kepulauan Riau(Kepri)

Batam,Suaraperjuangan.id – Direktorat reserse umum Polda Kepulauan Riau (Kepri) berhasil mengamankan satu orang tersangka berinisial EE yang diduga melakukan tindak pidana penipuan, Penggelapan, dan pemalsuan surat dengan modus menjanjikan Pengelolaan Kantin pada Proyek Pembangunan Apartemen Kepada Masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Wadir Reskrimum Polda Kepulauan Riau (Kepri) Ruslan Abdul Rasyid S.IK., M.H. didampingi Kasubdit II DIitreskrimum Polda Kepulauan Riau (Kepri) dan Ps. Paur 1 Subbid Penmas Bid Humas Polda Kepulauan Riau(Kepri)saat menggelar Konferensi Pers, Rabu (16/9/20).



"Berawal dari laporan Polisi dengan nomor Laporan Polisi  : LP-B / 95 / IX / 2020 / SPKT-KEPRI, TANGGAL 12 SEPTEMBER 2020 di SPKT Polda Kepulauan Riau(Kepri)terkait dengan tindak pidana penipuan, Penggelapan, dan pemalsuan surat yang dilakukan oleh Tersangka Berinisial EE. Dan berdasarkan laporan  Polisi tersebut Tim Ditreskrimum Polda Kepulauan Riau (Kepri)melakukan Penyelidikan Dipimpin Oleh Kasubdit 2 Ditreskrimum Polda Kepulauan Riau (Kepri)." Jelas Wadir Reskrimum Polda Kepri Ruslan Abdul Rasyid S.IK., M.H.



Dari hasil penyelidikan ditemukan Modus Operandi yang dilakukan adalah dengan Tersangka EE mengaku sebagai staff PT. Pembangunan Perumahan (PT. PP Persero) Tbk, yang menjabat sebagai General Manager Affair (GMA) dalam proyek pembangunan Apartemen Pollux Habibie Batam, kemudian Tersangka juga ditunjuk sebagai General Manager Affair (GMA) dalam Pembangunan Apartemen Renne Mansion di Bengkong – Kota Batam yang pembangunannya juga akan dilaksanakan oleh PT. PP Persero yang akan dimulai pada bulan April 2020 selama  empat Tahun delapa bulan dengan menyakinkan korban memperlihatkan Surat Tugas Berkop PT. PP Persero yang berisikan penunjukan Tersangka EE sbg General Manager Affair (gma), serta surat berkop PT. PP Persero yang berisikan penetapan harga makanan, sehingga seolah-olah proyek pengelolaan kantin tersebut benar adanya. agar korban tertarik, Tersangka EE mengatakan jika dalam pembangunan tsb, PT. PP Persero akan mendatangkan 14.000 (Empat Belas Ribu) karyawan, dan akan membuka 17 (tujuh belas) kantin yang akan ditunjuk langsung oleh PT. PP Persero melalui proses lelang tertutup, dimana keputusan untuk memilih calon pengelola kantin merupakan kewenangan Tersangka yang ditunjuk sebagai General Manager Affair(GMA), untuk harga makanan yang ditetapkan sebesar Rp. 23.800,- (dua puluh tiga ribu delapan ratus rupiah) perbungkus, sebanyak 3 (tiga) kali sehari, dimana pembayaran dapat diklaim ke PT. PP Persero pada hari ke 14 (empat belas). selanjutnya Tersangka EE meminta uang sebesar Rp. 60.000.000,- (enam puluh juta rupiah) kepada korban sebagai jaminan.

Dari hasil penyidikan oleh Tim Subdit 2 Ditreskrimum Polda Kepulauan Riau (Kepri), diketahui jika Tersangka EE benar pernah bekerja di PT. PP Persero dalam proyek pembangunan apartemen Pollux Habibie Kota Batam, namun bukan menjabat sebagai General Manager Affair (GMA) melainkan sebagai supir yang bekerja dari tanggal 07 mei 2018 sampai dengan tanggal 30 Desember 2019. Adapun proyek pengelolaan kantin tersebut ditawarkan oleh Tersangka EE kepada masyarakat mulai bulan Februari 2020, dan sampai dengan tgl 15 September 2020 korban yang sudah datang ke Ditreskrimum Polda Kepulauan Riau(kepri)yang merasa dirugikan oleh Tersangka EE sebanyak 15 (lima belas) orang, dengan total kerugian sementara mencapai Rp. 1.200.000.000,- (Satu Koma Dua Milyar Rupiah).

"Pada Hari Sabtu, 12 September 2020, Dan Sekira Pukul 12.00 Wib Tim Berhasil melakukan penangkapan terhadap Tersangka EE Di Kfc Batam Center Kota Batam pada saat akan bertemu dengan korban, kemudian Tersangka Dibawa Ke Polda Kepulauan Riau (Kepri)guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut." tutur Wadir Reskrimum Polda Kepulauan Riau  (Kepri) Ruslan Abdul Rasyid S.IK., M.H.

"Barang Bukti yang diamankan adalah Satu Unit Laptop Merek Dell warna hitam,Satu buah Cap Stempel Tulisan PP, Satu) Buah Cap Stempel Tulisan Approved,Satu Unit Flashdisk (FD) warna Putih 64 Gb Merek Toshiba,Satu Buah Buku Tabungan Bank Nasional Indonesia (BNI) Milik Tersangka EE,Satu Buah Kartu Atm Bni Milik Tersangka EE,Satu Lembar Surat Nomor : 344 / Sk / PP-G1 / Pmb / Xii / 2019, berisikan keterangan pernah bekerja yang Diterbitkan Oleh PT. PP Persero, Divisi Gedung 1 Proyek Pollux Meisterstadt Kota Batam,Satu Unit Handphone (Hp) Merek Samsung Galaxy Note 10+ Warna Silver,Satu lembar Surat Berkop PT. PP Persero Tbk, Nomor : 09018 / 23-Nop / 2019 / 00345-C, Perihal : Surat Tugas Dan Tanggung Jawab, An. EE, Nip : 0003531-3-PP-G1, jabatan General Manager Affair (GMA), Ink : Tiga Strip Biru Top Management Project (Diduga Palsu),Satu lembar surat berkop PT. PP Persero Tbk, Nomor : 208 / Sp / PP / Phmu / 2020, Perihal Penetapan Harga Makanan Utama (Diduga Palsu),Satu Bundel Print Out Rekening Koran Bank Nasional Indonesia (BNI), Milik Tersangka EE,Satu Unit Cpu Merk Hp warna Hitam Sylver Model Dc7900 Ultra Slim Desktop, Intel Core 2,Satu Unit Lcd Monitor Merk Hp, Model L1710, Warna Hitam Sylver,Satu Unit Keyboard Merk Hp warna Hitam, Sylver,Satu Unit Mouse Merk Dell warna Hitam dan Satu Unit Printer Merk Canon, Model Ip 2770 warna Hitam". Jelas Wadir Reskrimum Polda Kepulauan Riau ( Kepri).



Pasal yang disangkakan adalah Pasal 378 KUHP  Atau Pasal 372 KHUP atau Pasal 263 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal  Enam Tahun kurungan Penjara",tutup Wadir Reskrimum PoldaKepulauan Riau( Kepri).(Red)

Post a Comment

0 Comments