Anggota DPRD Sumut Jumadi Minta Masyarakat Tak Paranoid Hadapi Covid-19

Medan,suaraperjuangan.id -Anggota DPRD Sumut H Jumadi SPd. I minta masyarakat tak paranoid (takut berlebiihan) hadapi pandemi Covid-19, terutama menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang digelar 9 Desember 2020.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini Jumat (16/10) merespon penyelenggaraan Pilkada di 23 kabupaten/kota yang tetap dilangsungkan meski dihadapkan pada pandemi Covid-19.

Menurut Jumadi, Pilkada serentak yang tetap digelar merupakan bagian dari tahapan demokrasi di Indonesia, sehingga harus dilalui sesuai peraturan undang-undang.

“Itu harus dilaksanakan, sehingga masyarakat sebagai peserta tidak boleh lalai menjalankan kewajibannya untuk ikut memilih,” ujar Jumadi, yang juga salah satu ketua tim relawan pasangan calon (paslon) Walikota-Wakil Walikota No 1, Akhyar Nasution-Salman Alfarisi ini.

Berkaitan dengan pandemi yang dikhawatirkan sebagian kalangan dapat mengganggu jalannya pesta demokrasi itu, anggota Komisi D DPRD Sumut itu minta masyarakat tak paranoid hadapi Covid-19 itu.

“Namun saya yakin orang Medan berani, dan itu terlihat dari jumlah relawan yang setiap hari datang ke posko di Jalan Pancing, Medan Tembung,” katanya.

Mereka menyatakan siap mendukung dan menyukseskan pemilihan kepala daerah meski dihadapkan dengan pandemi Covid-19. Dengan jumlah relawan yang cukup besar untuk ikut membantu, Jumadi optimis Covid-19 bukanlah halangan.

Sebab, langkah-langkah antisipasi dan pencegahan virus itu sudah dikampanyekan baik oleh pemerintah, maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Di Pilkada, aturan tersebut dipertegas lagi dengan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pilkada dalam Kondisi Bencana Nonalam Virus Covid-19.

Di aturan itu, menurut Jumadi sangat jelas, baik yang harus dijalankan oleh paslon maupun masyarakat.

Terutama di Pasal 58 PKPU, peserta dapat menggelar kampanye pertemuan terbatas dan tatap muka melalui media sosial dan media daring. “Juga ada sanksinya,” sebut Jumadi.

Belum lagi protokol kesehatan yang sudah diberlakukan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Sumut, yang sudah begitu rinci menjelaskan langkah penanganan dan pencegahan pandemi itu. Yakni memakai masker, hand sanitizer, jaga jarak dan hindari kerumunan.

Sehingga menurut Jumadi, tidak ada alasan untuk memendam rasa takut berlebihan, yang berakibat tak berniat ikut mencoblos di Pilkada nanti.

Saat ini diakui, terdapat rasa kekhawatiran di kalangan masyarakat yang melihat Covid-19 sebagai momok.

“Saya pikir memang ada demikian, pokoknya mereka takut Covid-19 dan apa pun alasannya, tak mau ikut pilkada. Ada pula persepsi bahwa virus itu tidak ada, bahkan ada yang takut tanpa alasan,” katanya.

Semua hal tersebut di atas harus kita hadapi dengan keberanian, dengan satu tekad menjaga kesehatan.

“Ketakutan berlebihan dikhawatirkan menurunkan kekebalan tubuh, tetapi keberanian akan mengalahkan ketakutan,” pungkasnya. (Mashuri L)

Post a Comment

0 Comments