Ketua Umum DPP Ormas SKP Andreas Sumual Mengutuk Keras Peristiwa Bom Bunuh Diri Yang Terjadi di Gereja Katedral Makassar

Jakarta,Suaraperjuangan.id - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Setya Kita Pancasila (SKP) Jakarta mengatakan,mengutuk keras  dan Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral dimakasar, Minggu(28/03/2021).


Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Setya Kita Pancasila (SKP) Andreas Sumual  juga menegaskan,Tidak ada ampun bagi terorisme di Indonesia ini terutama kejadian bom bunuh diri yang memakan lima orang korban dan jemaat yang luka - luka saat melakukan ibadah minggu.


Andreas Sumual Selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Setya Kita Pancasila (SKP) mendukung penuh langkah - langkah yang dilakukan Pemerintah Pusat  dan aparat keamanan TNI -Polri  agar segera mengusut tuntas pelaku pengeboman bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar Sampai tuntas.




Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Setya Kita Pancasila (SKP) Andreas Sumual menegaskan, tindakan aksi  bom bunuh diri tidak ada urusannya  dengan suku,Ras dan Agama karena tindakan aksi bom bunuh diri itu merupakan kejahatan manusia sendiri tidak ada membawa Suku,Ras dan Agama,ucap Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Setya Kita Pancasila (SKP) Andreas Sumual.


Menurut Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Setya Kita Pancasila (SKP) Andreas Sumual ,Kekerasan yang merusak dan mengancam ketenangan dan keragaman terutama saat melakukan ibadah telah di atur UUD 1945 dan hukumanya sangat berat terutama yang mengancam nyawa manusia.



Maka dari  itu Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Setya Kita Pancasila (SKP) Andreas Sumual melanjutkan,Mari kita jaga kebinekaan, karena walaupun kita berbeda Suku,Ras dan Agama kita itu  Bangsa Indonesia,Ayo bergandengan tangan saling mendukung dan kompak demi kebaikan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),tutup Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Setya Kita Pancasila (SKP) Andreas Sumual.

Editor :Riyo E.Nababan

Post a Comment

0 Comments