Pelanggan: Pelayanan PDAM Tirtanadi Sangat Baik Dan Sangat Toleransi Dan Peduli

MEDAN,suaraperjuangan.id - Pencatatan rekening air yang dilakukan PDAM Tirtanadi secara android/digital tidak begitu mempengaruhi saat pembayaran rekening air. Dimana sebelumnya dilakukan secara manual kini secara android/gital. Yang terpenting para pegawai PDAM pencatat meter mencatatnya dengan benar dan tak menerka-nerka. Serta para pelanggan juga harusnya memberi kemudahan para pencatat meter untuk memberi akses dalam mencatat meter dirumah pelanggan.

Salah seorang pelanggan PDAM Tirtanadi bernama, Sri Maharani, Jalan Garu 1 Gang No.137 AA. Dengan Nomor Pelanggan Air (NPA) 2413120492 mengatakan, adanya peralihan pencatatan rekening air dari manual ke Android/digital tidak ada mempengaruhi kenaikkan tarif rekening yang signifikan. Dan malah pembayaran dirumah yang sudah nunggah selama lebih kurang 6 bulan. Hal ini dikatakannya, Senin (22/03/21) saat ditemui dilokasi loket pembayaran rekening air PDAM Cabang Medan Amplas.

Dikatakannya, Pembayaran rekening air biasa setiap bulan berkisar Rp. 80 ribu lebih. Yah kadang naik, tergantung pemakain. Apalagi kami dirumah ada 4 orang dan air juga banyak digunakan tergantung kebutuhan kita dirumah. "Saat ini saja kami ada nunggak pembayaran rekening air selama 6 bulan. Alhamdulillah pihak PDAM Tirtanadi masih memberikan toleransi pembayaran. Dan bisa bayar hari ini untuk 3 bulan saja" katanya dengan nada lega, Karena meteran air tidak dicopot.

Lanjutnya, ini membuktikan PDAM Tirtanadi sangat peduli dan perhatian kepada pelanggan, apalagi pada kondisi Covid-19 ini. 'Kalau ada pembayaran sampai 12 juta/bulan heran juga ya. Kok bisa? Sementara, saya yang nunggak sampai 6 bulan aja gak sampai segitu.

Sementara itu, Afifuddin Mitra PDAM Tirtanadi mengatakan, Direktur PDAM Tirtanadi dibawah kepemimpinan Kabir Dedi bisa membawa perusahaan ini maju dan berkembang. Hal ini dapat dibuktikan dengan gerak cepat dalam melakukan berbagai terobosan untuk memajukan Tirtanadi. "Usai dilantik saja sudah langsung peninjauan Kecabang-cabang mendengarkan masukkan para Kepala Cabang. Bersilahturrahmi kemantan Direksi PDAM Tirtanadi Fahmi Johan meminta masukkan untuk kemajuan Perusahaan" ujarnya.

Menurutnya, Adanya perubahan pencatatan meteran dari manual ke Android/digital merupakan upaya meningkatkan pendapatan keuangan PDAM Tirtanadi. "Langkah yang diambil Kabir Bedi selain itu, meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Direksi, Kepala Divisi (Kadiv), Kepala Cabang (Kacab), Kepala Bidang (Kabid), Kepala Bagian (Kabag), Asisten, pegawai dan honor terhadap kedisiplinan, tata kerja sesuai tugas dan fungsinya (tupoksi) masing-masing" terangnya.

Tambahnya, upaya itu juga mempunyai peranan penting agar bisa saling kerjasama dalam memajukan PDAM Tirtanadi kedepan. "Jadi, jika ada oknum-oknum yang tidak bisa bekerjasama dalam memajukan perusahaan. Seharusnya, Dirut tinggal ambil keputusan tegas demi kebaikkan perusahaan. Jangan sampai ada duri dalam daging" pintanya

Diutarakannya, Andaikan ada, oknum-oknum yang tidak bisa bekerjasama dan malah merusak tatanan kinerja perusahan. Sudah seharusnya diberikan sanksi tegas. "Suatu perusahaan bisa maju, jika semua orang didalamnya ikut bekerjasama. Jika tak mau kerjasama, sebaiknya ditempatkan ketempat yang lain aja" tegasnya.(Rafika)

Post a Comment

0 Comments