Ken Setiawan: Rekening Di Bekukan, Radikalis Iklan Jor Joran Penggalangan Dana Di Medsos


Jakarta,Suaraperjuangan.id - Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center Ken Setiawan berharap masyarakat hati hati dalam memberikan atau menyumbangkan dananya, sebab sebab moment jelang Ramadhan kini banyak dimanfaatkan untuk penggalangan dana yg dilakukan oleh kelompok radikal dimedia sosial seperti facebook, Instagram, whatsapp.

Setelah dana di rekening mereka di bekukan oleh  PPATK, kelompok radikalisme kini mereka iklan jor joran lewat media sosial guna mencari korban dari masyarakat yang dermawan, ini yang akhirnya mencoreng nama organisasi yang betul betul menyalurkan bantuan kepada masyarakat.

Kalau kita buka facebook biasanya iklan mereka akan muncul diberanda, lalu ada profil singkat dan link donasi. 

Sedangkan kalau di whatsapp, mereka biasanya masuk ke group group, lalu chat pribadi ke seluruh member group whatsapp yang di awali dengan perkenalan dan dilanjutkan kirim profil organisasi sebagai pihak yang tepat untuk menyampaikan bantuan sosial dari masyarakat. Ujar Ken.

Biasanya modus mereka dengan dalih sumbangan kegiatan sosial, yatim piatu, infak, gerakan sedekah, gerakan orang tua asuh hafidz quran, gerakan zakat, pejuang wakaf, dan hal hal lain yang berbau agama.

Dihimbau agar masyarakat lebih baik menyerahkan bantuan atau donasi di berikan langsung kepada yang berhak yang menerima atau yang membutuhkan. Jelas Ken.

Mereka berkedok lembaga sosial, tapi kegiatan mereka termasuk penyaluran dana sosial lebih banyak di timur tengah, bukan di Indonesia, dominasi di wayah konflik, seperti Suriah, Palestina.

Hebatnya mereka menurut Ken Setiawan, dalam mensosialisasikan penggalangan dana tersebut, radikalisme menggunakan keterlibatan para tokoh dan artis yang sudah bergabung bersama mereka, terutama artis yang mendukung khilafah/ negara Islam.

Hal ini yang mengakibatkan banyak masyarakat awam ikut ikutan berdonasi menyumbang, padahal itu berbahaya karena otomatis untuk membiayai dan membesarkan kelompok radikal.
(Riyo E.Nababan)

Post a Comment

0 Comments