Sekjen SKP Meyske Yunita : Perempuan Harus Hormat dan Taat Kepada Suami,Bukannya Ikut-Ikutan


Jakarta,Suaraperjuangan.id -  Aksi Terorisme yang dilakukan aksi pengeboman di komplek Gereja Katedral, Jalan Kartini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021) pagi yang melibatkan Perempuan dan yang terjadi di kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Rabu (31/3/2021) oleh seorang Perempuan muda, Zakiah Aini (25) membuat Sekjen DPP Setya Kita Pancasila yang panggilan akrabnya Meyske Yunita perihatin dengan hal tersebut.


Berikut wawancara redaksi Media Kita Pancasila dengan beliau.

Sekjen DPP Setya Kita Pancasila dalam percakapan dengan Tim Redaksi,

Redaksi: Bagaimana menurut Sekjen, melihat aksi-aksi terorisme beberapa waktu lalu, ternyata pelaku-pelakunya adalah Perempuan ?

Meyske: Sebagai Perempuan terus terang saya sangat perihatin, ini sungguh keterlaluan. Pekerjaan Perempuan bukanlah seperti itu.

Redaksi: Maksud mba Meyske ?

Meyske: Perempuan memang harus hormat dan taat kepada suaminya (laki-laki), tetapi bukannya ikut-ikutan menjadi kombatan atau menjadi tameng hidup dalam bom bunuh diri. Ini sudah keluar dari tujuan Perempuan diciptakan. Tujuan dari perempuan diciptakan diantaranya adalah sebagai penolong, pemberi kesejukan bagi seorang pria (suami), sehingga bila suami dalam kondisi tertekan, perempuan mampu memberikan rasa damai.

Pelaku Bom Bunuh Diri diduga Pasutri.

Redaksi: Tentang Zakiah Ani yang melakukan aksi penembakan di kompleks Mabes Polri, bagaimana tanggapan mba Meyske ?

Meyske: Ini merupakan suatu aksi nekat. Aksi yang out of control, sehingga penting untuk dibedah lebih mendalam lagi kasus ini, khusus terhadap perempuan yang melakukan aksi terorisme ini. Selain mungkin sudah tercekoki oleh paham radikal, mungkin juga perempuan ini sudah ditambah perlakuan lain seperti dicekoki minuman keras atau yang lainnya, karena sampai melakukan aksi nekat seperti itu. Hanya mungkin dilakukan oleh orang mabok, kecanduan atau gila.

Zakiah Aini (25) pelaku penyerangan Mabes Polri.

Redaksi: Agar tidak lagi perempuan-perempuan terlibat dan melakukan aksi-aksi terorisme seperti ini, apa himbuan mba Meyske ?

Meyske: Kepada kaum perempuan, marilah kita kembali kepada tujuan kita diciptakan Yang Maha Kuasa, yakni selain sebagai pendamping dan penolong bagi seorang laki-laki (suami), Perempuan itu sebagai sumber cinta, kasih dan sayang. Jadi, pada perempuan sebenarnya tidak ada itu untuk berpikir membuat aksi kekerasan, apalagi melakukan aksi bom bunuh diri dan nekat melakukan aksi tembak menembak di tempat yang keadaannya damai. Janganlah kita merusak citra perempuan yang telah diberikan pencipta pesona fisik yang anggun yang membuat perempuan menjadi ciptaan  yang indah di dunia.

Sumber : Dewan Pimpinan Pusat Setya Kita Pancasila.

(Riyo E.Nababan)

Post a Comment

0 Comments