Apakah Benar Ganjar Pranowo Sedang di Godok Partai PDI Perjuangan



Tasikmalaya,Suaraperjuangan.id - Dalam sepekan ini, nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mencuat kepermukaan gara gara tidak diundang pada acara penguatan soliditas kader di Kantor DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2021). 


Bukan tanpa alasan, tidak diundangnya Ganjar dalam acara pengarahan partai oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani ini karena Ganjar dianggap berseberangan dengan PDI Perjuangan  perihal langkah pencapresan di 2024. Buntut perbedaan pendapat itu, Ganjar tidak  diundang dalam acara yang sekaligus rangkaian HUT PDI Perjuangan  Ke-48 tahun di Panti Marhaen Kota Semarang. 


Akibat ketidakhadiran Ganjar Pranowo menimbulkan tanda tanya besar dan pro kontra terutama di media sosial.
Ketika melihat "Suasana Panas" di tubuh PDI-perjuangan  tersebut, Ada apa Sesungguhnya dengan PDI.Perjuangan ini ??. 


Awak media mencoba menghubungi mantan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol (Purn) Dr. H. Anton Charliyan,MPKN yang juga politisi PDI Perjuangan  sendiri. Pria yang sederhana dan merakyat ini, cuma tersenyum. "Soal gejolak di tubuh partai politik sebenarnya itu hal biasa…! Begitu pun saat Pak Ganjar Pranowo tidak diundang dalam acara pengarahan partai oleh Ketua DPP PDI Perjuangan  Puan Maharani di wilayah Jawa Tengah yang saat ini viral", ungkap Irjen Pol (Purn) Dr. H. Anton Charliyan,MPKN. 



Anton Charliyan melanjutnya, "Kalau menurut hemat saya, dengan adanya masalah ini, sejujurnya bahwa Pak Ganjar Pranowo kini mungkin sedang Digodok ditempa dan diasah oleh PDI-Perjuangan agar kelak tegar dan sekuat Pak Joko Widodo dalam menghadapi lawan-lawan politiknya yang menghalalkan segala cara untuk BERKUASA...!!!”ujarnya. 



Selama ini,Partai PDI Perjuangan memang  termasuk paling unik untuk urusan suksesi. Ketika partai lain sedang kasak kusuk berkoalisi mencari figur mana yang layak diusung, PDI Perjuangan  justru malah memecah dukungan sosok yang sudah layak diusung. Gesture Politik elite PDI Perjuangan  kepada Ganjar di masa prematur Pilpres yang masih 3 tahun lagi,  tidak bisa berbohong. Bahwa memang benar ada friksi-friksi saling seruduk di kandang Banteng. 



"Kalau pernyataan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah dianalogikan permainan "playing victim" demi mengangkat sosok Pak Ganjar Pranowo, itu harus dikaji lebih jauh lagi . Kayanya agak kaya kurang Pas lah .Pak  Ganjar yang elektabilitasnya sudah tinggi tidak perlu ditinggikan lagi oleh sebuah pernyataan anomali". 



 Menurutnya menambahkan, Ganjar Pranowo  memiliki banyak prasyarat untuk menjadi capres 2024. Bahkan banyak yang menilai Gubernur Jawa Tengah ini reinkarnasi dari proklamator Bung Karno dan Presiden Jokowi. "Pak Ganjar ditempa dengan pengalaman politik panjang. Dia juga tokoh dengan ide dan gagasan kebhinnekaan yang sangat nasionalis
Seperti Bung Karno, Ganjar dekat dengan wong cilik dan fokus memikirkan pembangunan kualitas manusia. Ganjar juga matang di birokrasi seperti Jokowi. Beliau tahu betul mengurusi rakyat dan bagaimana menyelesaikan persoalan itu. 


Karena itu,   sewajarnya popularitas Ganjar meroket tajam dan itu bukan desain politik apalagi via pencitraan", papar Abah Anton panggilan akrab Anton Charliyan. 


Hiburan politik dari PDI Perjuangan  menarik untuk disimak, meski pada sisi lain menjadi bahan tertawaan lawan politiknya. Warganet tidak menolak PDI Perjuangan apalagi memusuhi Puan, tapi gegara Bambang Pacul "memaksa" masyarakat semakin mantap mendukung Ganjar. 


"Saya masih yakin PDIP Perjuangan  akan memberikan restu ke Ganjar. Karena terlebih Pilpres masih panjang . Pak Ganjar memiliki kualitas yang mumpuni untuk bisa maju di Pilpres 2024., terlebih mencalonkan diri menjadi Presiden. Pak Ganjar dekat dengan wong cilik dan fokus memikirkan pembangunan kualitas manusia.Segudang pengalaman yang dimiliki Pak Ganjar, bisa menjadi bekal nantinya untuk bisa bertarung.  Beliau tahu betul mengurusi rakyat dan bagaimana menyelesaikan persoalan itu," tutup Mantan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol (Purn) Dr. H. Anton Charliyan,MPKN mengakhiri. 

(Riyo E. Nababan) 

Post a Comment

0 Comments