BNN Gelar Bimtek IBM Untuk Tingkatkan Keterampilan Petugas Rehabilitasi di Daerah


Banten, Suaraperjuangan.id - Program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) merupakan langkah strategis untuk meningkatkan aksesibilitas layanan rehabilitasi bagi masyarakat yang belum tersentuh dengan layanan tersebut. Adapun Lingkup pelaksanaan IBM ini berada di desa-desa yang rawan penyalahgunaan narkoba. Pembentukan unit intervensi berbasis masyarakat ini juga bersinergi dengan program Desa Bersinar dan program pemberdayaan masyarakat dari Deputi Bidang Pencegahan dan Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat. 


Dalam rangka memaksimalkan implementasi program IBM di wilayah, Direktorat Penguatan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat (Dit.PLRKM) Deputi Bidang Rehabilitasi BNN RI melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Intervensi Berbasis Masyarakat yang kedua secara daring dan luring di Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Senin-Selasa (7-8/6). Pelaksanaan bimtek kali ini merupakan salah satu rangkaian  peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2021. 


Kegiatan pada hari ini dibuka oleh M.Fierza Mucharom Nasution, M.Si, Psi, selaku Administrator Kesehatan Ahli Madya di Direktorat PLRKM, Deputi Bidang Rehabilitasi BNN. Pada kesempatan ini, Fierza mengatakan, kegiatan bimtek kali ini merupakan upaya untuk mengoptimalkan implementasi IBM di 241 lokasi di Indonesia. 


“Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pembina teknis bidang rehabilitasi BNNP agar dapat memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi dan membentuk IBM di daerahnya,” imbuh Fierza, Senin (7/6/2021 ). 


Selain itu, Fierza berharap melalui kegiatan ini, para pembina teknis bidang rehabilitasi BNNP dapat menjelaskan dan membimbing petugas di BNNK mengenai perencanaan, pelaksanaan, pengelolaan dan monitoring program. 


Dalam pelaksanaan di lapangan, Fierza menuturkan bahwa program IBM membutuhkan kerja sama yang kuat antara BNN bersama dengan kementerian terkait seperti Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, serta para petugas Agen Pemulihan (AP) yang terjun langsung di masyarakat. 


Ketika disinggung implementasi IBM di lapangan, Steve Christoph, ICARS, ICPH, dari Yayasan Lingkar Peduli Indonesia mengatakan sedikitnya terdapat beberapa aspek penting yang harus dipahami dan dilaksanakan terutama oleh para Agen Pemulihan.  Menurutnya, hal pertama yang perlu dilakukan adalah sosialisasi. Kegiatan ini penting untuk memberikan informasi tentang IBM dan kegiatannya dengan tujuan agar masyarakat setempat dapat memiliki gambaran yang jelas mengenai IBM.  Steve juga memaparkan, aspek penting yang kedua adalah pemetaan. Melalui kegiatan ini, diharapkan petugas bisa mendapatkan gambaran dinamika penyalahgunaan narkoba di sebuah daerah. Selanjutnya, hal penting yang harus dilakukan adalah penjangkauan. 


“Kegiatan ini bertujuan untuk membangun hubungan dengan pengguna narkoba, keluarganya, atau masyarakat di sekitarnya serta mendorongnya agar memanfaatkan layanan itu,”imbuh Steve. 


Agar pelaksanaan ketiga hal tersebut itu berjalan dengan maksimal, kehadiran BNNP atau BNNK untuk mendampingi para AP di lapangan sangat penting.  Dengan adanya kemitraan yang kuat itulah, kendala dan tantangan yang dihadapi dapat tergambar dengan jelas sehingga dapat diperoleh solusi yang tepat untuk mengatasi hal-hal tersebut. 


Kegiatan Bimtek selama dua hari ini diikuti oleh 157 peserta yang berasal dari personel BNNP dan Kabupaten/Kota. Materi yang diberikan pada peserta  lebih diprioritaskan kepada pengelolaan unit IBM yang telah terbentuk serta bagaimana melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan di unit IBM tersebut. Pada hari pertama, para peserta diberikan materi berupa Refresher Program IBM (Overview), dan Refresher Pelaksanaan Kegiatan dan Layanan IBM, serta Rencana Aksi dari para narasumber yang kompeten.
(Riyo E. Nababan) 

Post a Comment

0 Comments