Ketua Umum Setya Kita Pancasila Andreas Sumual Didampingi Sekjen Setya Kita Pancasila Meyske Yunita Bertandang ke Kemenkopolhukam


Jakarta,Suaraperjuangan.id - Ditemui langsung oleh Laksma TNI Sujono, Bid Asdep Koordinasi Kewaspadaan Nasional KemenkoPolhukam,Kol.Mar Guslin SH.MH kepala Bela Negara Kemenkopolhukam,
Noor arief Bidang Kesbang, Pimpinan Pusat Setya Kita Pancasila Bertandang KemenkoPolhukam RI,kamis (17/6/2021).


Dalam pertemuan perdana ini Setya Kita Pancasila yang di langsung dipimpin oleh ketua umum Andreas Sumual menekankan beberapa point antara lain : - .Bersama Kemenkopolhukam Setya Kita Pancasila membantu p sistim demokrasi yang baik dan benar sesuai konstitusi aturan UU yang berlaku.

-.Setya Kita Pancasila mendukung dan turut serta aktif dalam kebijakan Kemenkopolhukam terkait Pembangunan hukum yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

-.Setya Kita Pancasila bekerjasama dengan Kemenkopolhukam RI dalam mengawasi tata pelaksanaan birokrasi pemerintah yang transparan, akuntable dan komprehensif untuk mencapai tata pemerintahan yang bersih (Good Governnance) 

-.Setya Kita Pancasila mendukung dan turut serta aktif dalam menyuarakan nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa di kancah internasional melalui perwakilan Setya Kita Pancasila yang berada di Luar Negeri.

-.Setya Kita Pancasila bersama Kemenkopolhukam RI dalam menjaga stabilitas keamanan politik dalam negeri dengan terus menyuarakan perdamaian dan keadilan dengan dilandasi Ideologi Pancasila sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara.


Tidak sampai disitu saja Seketaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat
Meyske Yunita menambahkan,Dalam pertemuan yang hangat ini DPP Setya Kita Pancasila juga membawa suara Rakyat Indonesia dari Papua yang menginginkan adanya beberapa perubahan demi kondusifitas keamanan dan kenyamanan masyarakat Papua, dan membantu Pemerintah dalam meraih kedamaian di tanah Papua,ada beberapa point disampaikan secara langsung oleh Ketua Umum Setya Kita Pancasila Andreas Sumual terkait kebijakan khusus untuk perdamaian yang absolut di Tanah Papua. 


DPP Setya Kita Pancasila juga  mengusulkan beberapa poin penting untuk dipertimbangkan dalam kebijakan negara melalui Kemenkopolhukam RI atas pertimbangan dan arahan Bapak Presiden Joko Widodo terkait penyelesaian masalah di Tanah Papua tanpa senjata,
* Pendekatan berbasis kearifan budaya lokal masyarakat Papua.

* Melibatkan Masyarakat Asli Papua dalam pengambilan kebijakan negara di Tanah Papua.

* Merangkul Tokoh2 Adat, Agama di Papua dalam Menyukseskan program Nawacita pemerintah.

* Merubah mindset/cara pikir militer di Tanah Papua sebagai penjaga negara menjadi penjaga sanak saudara, sahabat dan keluarga besar Papua dari ancaman luar yang merongrong kedaulatan negara.

 * Kemenkopolhukam RI rutin mengunjungi Tanah Papua dengan berbagai kegiatan dan melibatkan berbagai elemen rakyat maupun pemerintah di Tanah Papua

* Kemenkopolhukam RI bersama pihak terkait mengevaluasi berbagai kebijakan terkait OTSUS yang salah arah di Papua dan menindak tegas penyalahgunaan anggaran negara OTSUS di Tanah Papua agar tercipta rasa keadilan bagi rakyat Papua dan memberikan pembelajaran untuk program pelaksanan OTSUS jilid II yang sementara dibahas pemerintah bersama DPR RI dan semua pihak terkait.

* Menindak tegas para kriminal bersenjata OPM yang melawan Konstitusi Negara dan ingin mempengaruhi rakyat Papua untuk memisahkan diri dari NKRI, namun hendaknya dengan cara yang terukur dan tidak mengorbankan rakyat sipil di Papua. 

* Merubah nama pasukan TNI/Polri menjadi Satgas Pahlawan Masyarakat  atau perdamaian di Papua dan merubah stigma dan menghilangkan nama yang  sebelumnya *Setan dan binatang* menjadi Pasukan "Cinta Papua/Pasukan Papua Cinta Damai/Pasukan Keadilan/Pasukan Indonesia Raya, Padukan Penyelamat Papua atau nama lainnya yang menggiring opini rakyat Papua bahwa kedatangan Pasukan militer sebagai sahabat, keluarga dan pembela Rakyat Papua dari ancaman disintegrasi bangsa. 


Dalam pertemuan pertama ini Meyske Yunita menjelaskan,Antara Setya Kita Pancasila dan Kemenkopolhukam sudah akan bisa mengarah kepada hubungan kerjasama yang baik dan tepat kedua belah pihak,ucap Seketaris Jenderal Meyske Yunita .


"Meskipun tidak dapat ditemui Oleh menteri Sendiri karena jadwalnya begitu padat sekali, namun pertemuan pertama tadi sudah menjadi titik tolak ukur bagi Setya Kita Pancasila dalam melaporkan kinerjanya bagi masyarakat serta melakukan fungsinya sebagai mitra pemerintah dan komponen cadangan yang juga sebagai ruang juang di masyarakat dalam menjaga dan melestarikan persatuan kesatuan kedamaian keadilan juga menjaga penuh Ideologi Pancasila".

 (Dewan Pimpinan Pusat Setya Kita Pancasila/Riyo E.Nababan/AS)

Post a Comment

0 Comments