Covid - 19 Adalah Tragedi Kemanusiaan Untuk Seluruh Dunia

Poto : Andy Sadipun Komber Penasehat Setya Kita Pancasila Papua Barat.


Papua,Suaraperjuangan.id - This type of single positive RNA strain infects the human respiratory tract and is sensitive to heat and can effectively be activated by chlorine-containing disinfectants. Isolation was carried out on patients proven to be infected with Covid-19 to prevent wider spread.

Mengapa sampai saat ini Covid-19 belum berakhir di Indonesia, malah semakin PARAH. Apa yang sebenarnya terjadi?, Apa penyebab covid belum juga berakhir? dan bagaimana solusinya? 

Perbandingan angka Covid tertinggi di dunia antara lain :
1. Amerika Serikat : 31.918.362 kasus, 575.821 meninggal dan 24.480.325 pulih, amerika saat presiden Biden telah mengubah pola penanganan dengan bersahabat bersama alam untuk mencegah penularan covid-19.
2. India : 23.525.316 kasus, 170.209 meninggal dan 12.153.699 pulih.
3. Brazil : 13.482.543 kasus, 353.293 meninggal dan 11.880.803 pulih.
4. Perancis : 5.058.680 kasus, 98.750 meninggal dan 309.787 pulih
5. Rusia : 4.641.390 kasus, 102.986 meninggal dan 4.265.509 pulih
6. Total pasien Covid-19 di Indonesia sebesar 2.379.397 dan yang meninggal keseluruhan sejak awal Covid-19 sebanyak 62.098 jiwa. Per tanggal 7 Juli 202 tercatat penambahan 34.101 kasus baru Covid-19.

Bagi sebagian negara di kawasan Asia seperti Vietnam 0,12%, Laos 1,1% dan Kambodja 0,17%, Covid-19 nol persen tanpa adanya kematian rakyat di beberapa negara tersebut, di Singapura dan beberapa negara lainnya di Asia persoalan Covid-19, bukan lagi ancaman, namun menjadi hal biasa yang tak perlu ditakutkan sudah berdamai dengan Covid. Dari sudut Penanganannya pun tak seperti kita di Indonesia, dengan dana dan kebijakan yang begitu banyak namun belum membuahkan hasil yang maksimal, malah terjadi kenaikan dua kali lipat dari angka sebelumnya. 


Jika dilihat, Pemerintah dalam hal penanganan Covid-19 telah mengeluarkan berbagai kebijakan - kebijakan strategis antara lain:

 - Sosialisasi Penyuluhan Wabah Covid19.
 - Pemberlakuan Protap dan Prokes yang ketat.
- Pembatasan Wilayah.
- Bantuan Pangan.
- Vaksinasi.
- Bantuan Obat-obatan.
- Rapid Test biasa.
- Rapid Test Antigen.
- Penyemprotan.
- Bantuan Masker.
- Bantuan Tabung.
- Bantuan kaca/plastik muka.
- Aturan ketat Penutupan Akses Keramaian pada Tempat Wisata.
- Sanksi pada pelanggar Prokes.
- Penutupan Tempat Ibadah.
- Penutupan Sekolah.
- Penutupan Kampus.
- Isolasi Mandiri.
- Pembangunan Tempat Darurat,
dan lain sebagainya terkait kebijakan pemerintah.


Namun mengapa hasilnya belum maksimal u perubahan, malahan makin "PARAH". Apa yang salah? Segala cara telah dilakukan namun masih mengisahkan tanda tanya besar bagi seluruh rakyat Indonesia. 

"APAKAH COVID ADALAH TULAH" Mari kita Refleksi bersama.


Dalam hal penanganan Covid, negara telah mengeluarkan dana Rp. 1035,2 T (FANTASTIS).Rilis BPK untuk total penanganan Covid-19. Anggaran tersebut berasal dari APBN sebesar Rp. 937,42 T ditambah anggaran dari BUMN sebesar Rp.4,02 T adapun dari BUMD sebesar Rp.320 M dan dana hibah masyarakat Rp.625 M, dari APBD sebesar Rp.86,36 T dan dari sektor moneter sebesar Rp.6,50 T. 

Rilis terbaru Kemenkeu pada bulan januari 2021, akan dikeluarkan lagi tambahan alokasi biaya untuk Covid, sebesar Rp.169,7 T. Untuk suply dari vaksin Covid. 


Apa yang salah? Jika pengeluaran biaya masih kurang maka diprediksi berapa banyak lagi biaya yang harus dikeluarkan negara untuk menangani Covid? Jika persoalan nyawa, maka berapa banyak nyawa yang diprediksi akan meninggal? Jika batas waktu, maka diprediksi sampai kapan Covid ini akan bertahan dan menjadi kemelut dalam pergumulan bangsa?. Jika karena dosa maka sampai kapan rakyat Indonesia harus libur ke tempat keagamaan masing-masing? Sungguh menyedihkan lantunan irama Covid. mengisahkan tangisan dan air mata bagi ibu pertiwi. 


"Jika demikian apakah ada solusi, ya pastinya ada. Kita berkaca pada beberapa negara dikawasan asia dalam penanganan Covid-19 di negara mereka. Antara lain Vietnam, Laos, Kamboja, Singapura, Malasya, Brunei dan beberapa negara di kawasan Eropa dan Amerika".


Beberapa cara sebagai solusi antara lain : dengan mempertimbangkan cara yang digunakan oleh amerika serikat oleh para pakar dokter ternama seperti Dr. John R. MacArthur, Southeast Asia Regional Director, Centers for Disease Control, Dr. Beth Skaggs, Laborarory Task Force Lead, Covid-19 Southeast  Asia Regional Response Team Centers for Disease Control sebagai solusi dalam penurunan covid terbesar di dunia yang dialami oleh Amerika Serikat. 

"SOLUSI"

Belajar dari semua kasus di belahan dunia dan tata cara penanganan Covid-19, maka dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk Indonesia, jika diperkenankan, solusi yang terbaik adalah : 

1.INSTRUKSI PRESIDEN untuk hentikan segala aktifitas selama seminggu, libur kan semua aktifitas.
2. Instruksi ketua PPKM untuk hentikan segala bisnis di pusat kota, penutupan mall, karyawan libur selama satu minggu, terkecuali yang bekerja untuk kemanusiaan dalam masa penanganan Covid-19, diperbolehkan beroperasi.
3. Penyemprotan disinfektan via udara dengan pesawat dan Siapkan suply bahan makan u wilayah jawa dan bali
4. Buatkan tempat karantina di stadion konsepnya seperti di Solo yang di fasilitasi oleh Pak Wali Kota Gibran R.
5. Penutupan semua jalur utama antar kota.
6. Prokes, protap tetap berlaku bagi warga walaupun di rumah.
7. Tindak tegas pelanggar prokes.
8. Grab, Gojek dan semua pengusaha jasa on line lainnya, diharapkan HENTIKAN manajemen bisnis untuk sementara waktu.
9. Vaksinasi bergilir dipantau langsung pemerintah.
10. Memberikan ruang pada beberapa ORMAS sebagai mitra pemerintah, untuk turut serta membantu Pemerintah dalam masa Pandemic Covid-19. 
11. Semua rute transportasi dihentikan baik darat, laut dan udara. Terkecuali untuk bahan logistik dan petugas kesehatan sesuai aturan yang dikeluarkan oleh ketua PPKM.
12. Semua kegiatan POLITIK dihentikan sementara, demi KEMANUSIAAN
13. Perusahan negara dalam keadaan darurat dapat diinstruksikan oleh pemerintah untuk membantu produksi kebutuhan Covid-19, baik masker, alat kebutuhan infus serta tabung dan mengistruksikan pihak TNI& POLRI untuk membantu penyemprotan disinfektan melalui udara di seluruh Indonesia untuk mencegah penyebaran Virus. 
14. Indonesia pusat khatulistiwa, Matahari adalah obat Covid, jangan terlalu takut, panas MENTARI dapat membunuh dan mengurangi penularan virus tersebut.


Ada seorang kakek berkata "Nak tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan, Tuhan menguji manusia tak lebih dari batas kemampuannya. "Covid itu obatnya Halia Merah di potong di tempelkan di masker/Hidung" Sebab Alam Masih Tetap Hidup dan tetap akan melindungi kita sekalian dari berbagai ancaman dan pergumulan hidup kita.


Untuk semua Politisi para Pakar, pengusaha, Rakyat Sipil, Mahasiswa, Tokoh Agama; saat ini, negara kita dalam Tragedi Kemanusiaan, hentikan saling menghujat, mari berangkulan kita selesaikan bersama polemik bangsa saat ini dan membuka lembaran baru pada tatanan yang lebih baik.


Mari kita doakan bersama Bapak PRESIDEN dan WAPRES terkasih beserta Jajaran agar tetap kuat dalam menghadapi pergumulan bangsa saat ini. Kita doakan pula, ketua PPKM Bapak Luhut B. Pandjaitan beserta jajaran dapat menyelesaikan semua persoalan Covid dan bagi masyarakatIndonesia jangan Bandel ingat selalu taati aturan prokes dan protap yang berlaku agar Covid -19 segera berakhir. Salam Merah Putih.


(Riyo E.Nababan/Andy Sadipun Komber)

Post a Comment

0 Comments