Ketua DPW SKP Malaysia Syafrawi : Desa Pajananggar Belum Masuk Listrik PLN " Anak -anak Belajar Pakai Lampu Teplok"


Sumenep,Suaraperjuangan.id - Pulau Kangean Desa Pajananggar/cellong,Kecamatan Arjasa,Kabupaten Sumenep,Madura,Jawa Timur Belum teraliri listrik PLN.Selain listrik, warga Desa Pajananggar  juga mengeluhkan infrastruktur jalan.

Untuk menempuh desa-desa dibutuhkan waktu berjam-jam dengan melintasi jalan yang rusak parah.

Seperti yang dialami oleh Syafrawi dengan sapaan Pian yang juga ketua Dewan Pimpinan Wilayah(DPW) Setya Kita Pancasila Malaysia saat kunjungan ke Desa Pajananggar/cellong banyak warga yang  mengeluhkan mengatakan,sejak lahir hingga saat ini belum menikmati listrik milik Negara (PLN) di desanya Pajananggar/cellong.

Seluruh warga desa Pajananggar/cellong saat ini bergantung pada PLM (Perusahaan Listrik Mandiri) yang jam operasinya mulai pukul 05.00 wib(sore) hingga pukul 05.00 wib (pagi) yang terkadang rusak, sering mati hingga berhari -hari akibat pemakaian terus menerus dan juga pembayarannya cukup tinggi sehingga sangat membebankan warga Pajananggar/cellong,ucap Syafrawi Ketua DPW  Setya Kita Pancasila Malaysia yang juga putra asli kelahiran Desa Pajananggar/cellong.

Dikarenakan banyak penguna listrik tersebut dan beban yang tidak seimbang sehingga tidak sanggup menarik listrik seringkali mati.apalagi masa pandemi Covid-19 ini yang mana anak-anak harus belajar di rumah, juga komunikasi yang masih kurang memadai,anak-anak selalu mengejarkan tugas hingga subuh menggunakan lampu teplok.Kadangkala hidung mereka penuh warna hitam akibat asap lampu yang terbuat dari botol dan juga rambut mereka terbakar karena terlalu dekat dengan lampu,Lebih lanjut, hampir seluruh dinding rumah milik warga jadi gelap hitam karena terkena asap dari lampu teplok,dan aktivitas wargapun menjadi terkendala sehingga ekonomi menurut.

Wargapun mengakui bahwa Indonesia sudah lama merdeka. Tapi, kemerdekaan akan penerangan milik negara belum mampu memerdekaan masyarakat di desa - desa.

"Karena tidak tersentuh penerang listrik PLN, tidak sedikit warga memutuskan pindah ke desa lain, sehingga hanya tersisa Puluhan kepala keluarga (KK) di desa tersebut". 

Oleh sebab itu,Warga Desa Pajananggar/cellong mengharap agar pemerintah bisa menyalurkan listrik PLN. karena dengan adanya listrik PLN nyala hingga 24 jam ini akan memudahkan warga untuk melakukan aktivitas  demi kelangsungan hidup  warga Desa Pajananggar/cellong.Dan anak - anak pun tidak lagi terkendala untuk belajar terlebih di jaman canggih saat ini.ucap Syafrawi ketua DPW Setya Kita Pancasila Malaysia mengakhiri.

(Riyo E.Nababan)

Post a Comment

0 Comments