Dr.H.Sutrisno SE, MSi Kunjungi Rumah Duka Korban Konflik Lahan Tebu Jatitujuh

Jatitujuh,Suaraperjuangan.id - Hari Kamis 7 Oktober 2021 saya mengunjungi rumah duka korban konflik lahan tebu Jatitujuh.

Korban jatuh bukan kali pertama tapi sebelumnya ada korban yang berjatuhan. Konflik berkepanjangan sejak 40 tahun yang lalu ini belum menemukan titik temu berlarut dan merenggut korban jiwa berkali kali.

Dede Sutaryan Ketua BUMDES Pilangsari dan warga Desa Sumberkulon Suenda dalam bentrok fisik konflik lahan saat ini terenggut jiwanya. Dede Sutaryan meninggalkan 5 orang anak sedangkan Suenda meninggalkan 2 orang anak dan yang satunya masih dalam kandungan. Sungguh ironis kejadian ini menimpa keluarga yang ditinggalkan dimana penanggungjawab keluarga harus meninggalkan mereka untuk selama - lamanya akibat dari kejadian bentrok fisik konflik lahan tebu ini.

Kejadian ini harusnya memicu para pihak untuk bekerja mencari akar persoalan sebab pemicu konflik sehingga solusi yang ditawarkan diterima semua pihak. Tanpa diketahui akar persoalan sangat tidak mungkin konflik ini selesai.

Saya selaku Anggota DPR RI Komisi IV dimana PG ini masuk dalam ruang lingkup kerja saya maka hal ini menjadi catatan untuk saya perjuangkan agar akar persoalan sebenarnya terungkap. Dimana sebelumnya dalam kunjungan saya ke PG Jatitujuh sudah di Ingatkan agar persoalan lahan ini segera diselesaikan.

Semua informasi sudah saya tampung khusus terkait soal ini dan tanpa ragu akan saya perjuangkan semaksimal mungkin agar konflik ini selesai dengan damai. Saya memiliki beban tanggungjawab terhadap petani untuk memperjuangkan hak - hak nya agar petani sejahtera demi tegaknya keadilan dalam soal ini. Pihak terkait soal ini dengan tegas akan saya minta pertanggungjawabanya dalam RDP sehingga ada tindakan konkrit menuju penyelesaian yang seadil - adilnya. Semoga upaya ini membuahkan hasil yang diinginkan bersama dan konflik selesai sehingga tidak ada lagi korban jiwa yang jatuh.

Semoga kejadian ini menjadi kejadian yang terakhir kalinya dan kepada para pihak, saya mengajak merenung bersama untuk mengambil hikmah dari kejadian ini sehingga berkah terlimpah curahkan kepada kita semua bukan malah musibah yang sebenarnya itu terjadi karena ulah ulah kita manusia yang kadang ingkar dari Ketetapan dan KetentuanNya.ari Kamis 7 Oktober 2021 saya mengunjungi rumah duka korban konflik lahan tebu Jatitujuh.

Korban jatuh bukan kali pertama tapi sebelumnya ada korban yang berjatuhan. Konflik berkepanjangan sejak 40 tahun yang lalu ini belum menemukan titik temu berlarut dan merenggut korban jiwa berkali kali.

Dede Sutaryan Ketua BUMDES Pilangsari dan warga Desa Sumberkulon Suenda dalam bentrok fisik konflik lahan saat ini terenggut jiwanya. Dede Sutaryan meninggalkan 5 orang anak sedangkan Suenda meninggalkan 2 orang anak dan yang satunya masih dalam kandungan. Sungguh ironis kejadian ini menimpa keluarga yang ditinggalkan dimana penanggungjawab keluarga harus meninggalkan mereka untuk selama - lamanya akibat dari kejadian bentrok fisik konflik lahan tebu ini.

Kejadian ini harusnya memicu para pihak untuk bekerja mencari akar persoalan sebab pemicu konflik sehingga solusi yang ditawarkan diterima semua pihak. Tanpa diketahui akar persoalan sangat tidak mungkin konflik ini selesai.

Saya selaku Anggota DPR RI Komisi IV dimana PG ini masuk dalam ruang lingkup kerja saya maka hal ini menjadi catatan untuk saya perjuangkan agar akar persoalan sebenarnya terungkap. Dimana sebelumnya dalam kunjungan saya ke PG Jatitujuh sudah di Ingatkan agar persoalan lahan ini segera diselesaikan.

Semua informasi sudah saya tampung khusus terkait soal ini dan tanpa ragu akan saya perjuangkan semaksimal mungkin agar konflik ini selesai dengan damai. Saya memiliki beban tanggungjawab terhadap petani untuk memperjuangkan hak - hak nya agar petani sejahtera demi tegaknya keadilan dalam soal ini. Pihak terkait soal ini dengan tegas akan saya minta pertanggungjawabanya dalam RDP sehingga ada tindakan konkrit menuju penyelesaian yang seadil - adilnya. Semoga upaya ini membuahkan hasil yang diinginkan bersama dan konflik selesai sehingga tidak ada lagi korban jiwa yang jatuh.

Semoga kejadian ini menjadi kejadian yang terakhir kalinya dan kepada para pihak, saya mengajak merenung bersama untuk mengambil hikmah dari kejadian ini sehingga berkah terlimpah curahkan kepada kita semua bukan malah musibah yang sebenarnya itu terjadi karena ulah ulah kita manusia yang kadang ingkar dari Ketetapan dan KetentuanNya.(red) 

Post a Comment

0 Comments