Dirgahayu Kota Pala Fak-Fak, Salah Satu Pusat Sejarah Pemerintahan Tertua di Tanah Papua

Papua,Suaraperjuangan.id - Kota Fakfak terletak di Propinsi Papua Barat, tepatnya di bagian Selatan. Dengan luas total 14.320.00 kmp, (5.528.98 sq ml). Jumlah penduduk kurang lebih 89.015 jiwa, yang tersebar di 17 Distrik dan  142 Kampung. Hasil utama Pala dan hasil laut serta tambang. 

Fakfak dijuluki kota tertua di Papua karena memiliki situs kuno pada Zaman purbakala yakni; cap tapak tangan berdarah, letaknya di Distrik Kokas sama seperti Orang-Orang di Maros Sulsel dan di Kalimantan, serta belahan dunia lainnya.

Poto : Andy Sadipun Komber Anak Pedalaman Tanah Papua (Dok).

Kota Fakfak, keberadaannya telah disebutkan pada masa kerajaan Majapahit dalam Kitab Klasik Negara Kartagama pada 1365 M. Selain itu, Fakfak juga ada situs peninggalan zaman Perang Dunia ke-II, yakni benteng pertahanan Jepang, yang terletak di Distrik Kokas. Kota Fakfak juga dijadikan sebagai pusat pendidikan, Kedudukan pemerintahan Afdeeling West en Zuid Nieuw Guinea pada masa pemerintahan Belanda. Kota Fakfak juga menyimpan sejarah perjalanan bangsa Indonesia yaitu kisah Penentuan Pendapat Rakyat tahun 1969 yang diadakan di Fakfak Irian Barat. Kota Fakfak juga menyimpan panorama alam yang sangat indah. Banyak destinasi wisata yang masih alami. 

Dirgahayu Kota Pala Fakfak yang ke-121
Harapan kami :
1.Bapak Presiden ketika berkunjung ke Tanah Papua, jangan lupa mampir walau sebentar di Kota Pala Fakfak.

2. Membangun kembali Gedung PEPERA dan dijadikan museum, sebagai salah satu situs sejarah yang mengingatkan rakyat Papua akan kisah Pepera 1969 di Bumi Cenderawasih. 

3.Semoga bapak Presiden berkenan membangun jembatan layang yang menghubungkan antara seberang dan Fakfak Kota jaraknya sekitar 100 meter dan dinamai Jembatan "Merah Putih Jokowi".

4.Semoga Pemerintah pusat berkenan untuk membangun Rumah Dewan Adat dan pasar khusus untuk masyarakat pribumi berdagang hasil perkebunan. 

5.Semoga Pemerintah Pusat berkenan membuka akses untuk masyarakat pribumi menjual hasil pertanian dan Perkebunan khususnya hasil Pala.

(Riyo E.Nababan/Andy Sadipun Komber)

Post a Comment

0 Comments